Blog

  • Satgas Edukasi Lemdiklat Polri Bersama Satbinmas Polres Murung Raya Sosialisasikan Bahaya Karhutla Di Desa Bahitom

    Satgas Edukasi Lemdiklat Polri Bersama Satbinmas Polres Murung Raya Sosialisasikan Bahaya Karhutla Di Desa Bahitom

    Puruk Cahu – Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan melalui pendekatan edukatif kepada masyarakat. Tim Satgas Edukasi Lemdiklat Polri bersama Satbinmas Polres Murung Raya (Mura) melaksanakan sosialisasi tentang bahaya dan dampak Karhutla terhadap lingkungan serta kesehatan di Balai Desa Bahitom, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, Rabu (02/09/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh perangkat Desa Bahitom, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Dalam sosialisasi, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya mencegah terjadinya Karhutla, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran.

    Tim Satgas Edukasi Lemdiklat Polri bersama Satbinmas menyampaikan bahwa Karhutla tidak hanya menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan, tetapi juga dapat berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat akibat asap yang ditimbulkan.

    Salah satu personel Tim Satgas Edukasi Lemdiklat Polri, Ipda Nardo mengajak masyarakat untuk menjadikan pencegahan Karhutla sebagai tanggung jawab bersama.

    “Karhutla bukan hanya persoalan api yang membakar lahan. Dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, mulai dari kerusakan lingkungan hingga gangguan kesehatan akibat kabut asap. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari kesadaran kita bersama untuk tidak melakukan pembakaran dan segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting dalam mendukung upaya pencegahan Karhutla. Menurutnya, informasi yang cepat dari masyarakat dapat membantu petugas melakukan penanganan sejak dini sebelum api semakin meluas.

    Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Warga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak terkait apabila menemukan adanya titik api agar dapat segera dilakukan penanganan.

    Kehadiran Tim Satgas Edukasi Lemdiklat Polri bersama Polres Mura menjadi wujud sinergi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat serta mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla. (hms)

  • Satgas Kehutla Lemdiklat Polri Edukasi dan Bagikan Masker Untuk Warga Bahitom Kecamatan Murung

    Satgas Kehutla Lemdiklat Polri Edukasi dan Bagikan Masker Untuk Warga Bahitom Kecamatan Murung

    Puruk Cahu – Kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat terus diwujudkan melalui langkah nyata dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

    Polres Murung Raya (Mura) bersama Tim BKO Satgas Karhutla Lemdiklat SIP Polri melaksanakan kegiatan edukasi kepada masyarakat Desa Bahitom, Kec. Murung, Kab. Murung Raya, Rabu (2/9/2026).

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mencegah Karhutla sejak dini. Melalui pendekatan yang humanis dan dialogis, personel Polri menyampaikan edukasi mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan, sekaligus mengajak warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.

    Pendampingan kegiatan dilakukan oleh Kasat Binmas Polres Mura Iptu Tagor Panjaitan.

    Kehadiran personel di tengah masyarakat menjadi bentuk nyata bahwa Polri tidak hanya hadir saat terjadi gangguan kamtibmas, tetapi juga aktif memberikan perlindungan dan edukasi kepada warga.

    Dalam kegiatan tersebut, Tim Satgas Karhutla Lemdiklat SIP Polri turut berinteraksi langsung dengan masyarakat. Edukasi difokuskan pada langkah-langkah pencegahan Karhutla serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas masyarakat.

    Tidak hanya memberikan pemahaman, kepedulian terhadap kesehatan warga juga diwujudkan dengan membagikan masker. Masker tersebut diberikan sebagai upaya membantu melindungi masyarakat dari paparan asap yang dapat mengganggu kesehatan, khususnya saluran pernapasan, akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Kecamatan Murung.

    Melalui kegiatan ini, Polres Mura bersama Satgas Karhutla Lemdiklat SIP Polri mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi bagian penting dalam pencegahan Karhutla.

    Kesadaran, kepedulian, dan kerja sama antara Polri dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, sehat, dan bebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Polri hadir, masyarakat terlindungi, bersama cegah Karhutla demi Murung Raya yang aman dan sehat. (hms)

  • Semangat Maulid Nabi, Satgas Karhutla Lemdiklat Polri Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

    Semangat Maulid Nabi, Satgas Karhutla Lemdiklat Polri Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

    Palangka Raya – Satgas Edukasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) BKO Lemdiklat Polri menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Area Pelabuhan Rambang, Jalan Riau, Kota Palangka Raya, Selasa (1/9/2026) malam.

    Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB tersebut menjadi momentum bagi personel BKO Satgas Edukasi Penanggulangan Karhutla Lemdiklat Polri untuk menyampaikan edukasi dan sosialisasi kepada seluruh jemaah yang hadir terkait pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

    Dalam kesempatan tersebut, personel mengajak seluruh jemaah untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya Karhutla, khususnya pembakaran lahan secara sembarangan.

    Edukasi juga menekankan bahwa upaya penanggulangan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Dengan kepedulian dan kesadaran bersama, potensi terjadinya Karhutla dapat dicegah sejak dini.

    Penyampaian pesan pencegahan Karhutla dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW juga dikaitkan dengan nilai-nilai Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin, yakni Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kerusakan alam merupakan bagian dari kepedulian serta tanggung jawab bersama.

    Melalui kegiatan tersebut, BKO Satgas Edukasi Penanggulangan Karhutla Lemdiklat Polri berharap pesan-pesan pencegahan Karhutla dapat diteruskan oleh para jemaah kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing, sehingga tercipta kesadaran kolektif untuk menjaga Kota Palangka Raya dari ancaman Karhutla.(b1b)

  • SATGAS EDUKASI LEMDIKLAT POLRI AJAK SATPAM DPRD SERUYAN PERKUAT PENCEGAHAN KARHUTLA

    SATGAS EDUKASI LEMDIKLAT POLRI AJAK SATPAM DPRD SERUYAN PERKUAT PENCEGAHAN KARHUTLA

    Polres Seruyan, 2 September 2026 – Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Satgas Edukasi Karhutla Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri bersama Satbinmas Polres Seruyan melaksanakan sambang dan sosialisasi kepada Satuan Pengamanan (Satpam) DPRD Kabupaten Seruyan, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 09.30 WIB.

    Kegiatan berlangsung di Aula Serbaguna DPRD Kabupaten Seruyan, Jalan Ahmad Yani, Desa Sungai Undang, Kecamatan Seruyan Hilir. Kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa STIK Lemdiklat Polri, personel Satbinmas Polres Seruyan, Kasubbag Kepegawaian Umum DPRD Kabupaten Seruyan, Satpam serta pegawai staf DPRD Kabupaten Seruyan.

    Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak Karhutla, sekaligus mengajak Satpam untuk berperan aktif dalam melakukan pencegahan di lingkungan tempat bertugas.

    Sebagai personel yang berada di lingkungan perkantoran dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, Satpam diharapkan dapat ikut memperhatikan kondisi sekitar, mengenali potensi sumber api serta segera menyampaikan informasi apabila menemukan indikasi kebakaran.

    Kasat Binmas Polres Seruyan AKP Eko Muji Hartono mengatakan, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk Satuan Pengamanan.

    “Satpam memiliki peran penting dalam membantu menjaga keamanan lingkungan. Karena itu, kami mengajak rekan-rekan Satpam untuk ikut peduli terhadap pencegahan Karhutla, meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun titik api,” ujar AKP Eko.

    Sosialisasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada lingkungan perkantoran, tetapi juga dapat diteruskan melalui komunikasi Satpam dengan masyarakat di sekitar, sehingga pesan pencegahan Karhutla semakin luas dan kesadaran bersama semakin kuat.

    Humas Polres Seruyan

  • LEWAT SERMA SEKAR, SATGAS EDUKASI LEMDIKLAT POLRI AJAK PELAJAR SMPN 2 KUALA PEMBUANG CEGAH KARHUTLA

    LEWAT SERMA SEKAR, SATGAS EDUKASI LEMDIKLAT POLRI AJAK PELAJAR SMPN 2 KUALA PEMBUANG CEGAH KARHUTLA

    Polres Seruyan, 2 September 2026 – Upaya mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus menyasar generasi muda. Melalui program SERMA SEKAR (Seruyan Masuk Sekolah untuk Pelajar), Satgas Edukasi Karhutla Lemdiklat Polri bersama Satbinmas Polres Seruyan memberikan edukasi dan sosialisasi pencegahan Karhutla kepada para pelajar SMP Negeri 2 Kuala Pembuang, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.

    Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 2 Kuala Pembuang, Jalan Ki Hajar Dewantara, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, tersebut menjadi ruang edukasi bagi pelajar untuk memahami bahaya Karhutla serta pentingnya menjaga lingkungan, khususnya di tengah kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

    Melalui program SERMA SEKAR, penyampaian pesan pencegahan Karhutla dilakukan secara langsung dan dekat dengan kehidupan pelajar. Para siswa diajak memahami bahwa upaya mencegah kebakaran bukan hanya tugas petugas, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.

    Petugas juga mengingatkan para pelajar untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan turut menyampaikan pesan pencegahan Karhutla kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.

    Kasat Binmas Polres Seruyan AKP Eko Muji Hartono mengatakan, program SERMA SEKAR menjadi salah satu langkah untuk membangun kepedulian terhadap Karhutla sejak lingkungan sekolah.

    “Melalui SERMA SEKAR, kami ingin menanamkan kepedulian kepada pelajar bahwa pencegahan Karhutla harus dimulai sejak dini. Para siswa dapat menjadi agen penyampai pesan positif kepada keluarga dan lingkungan agar bersama-sama menjaga alam dan mencegah terjadinya kebakaran,” ujar AKP Eko.

    Menurutnya, edukasi kepada pelajar merupakan investasi penting dalam membangun kesadaran lingkungan. Semakin banyak generasi muda memahami bahaya dan dampak Karhutla, semakin kuat pula upaya bersama untuk mencegah kebakaran sejak dini.

    Humas Polres Seruyan

  • MAHASISWA STIK LEMDIKLAT POLRI ISI MATERI BELA NEGARA DAN CEGAH KARHUTLA PADA PKMB UNTAMA 2026

    MAHASISWA STIK LEMDIKLAT POLRI ISI MATERI BELA NEGARA DAN CEGAH KARHUTLA PADA PKMB UNTAMA 2026



    ‎PANGKALAN BUN – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri mengisi materi pada kegiatan Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru (PKMB) Universitas Antakusuma (UNTAMA) Tahun Ajaran 2026,

    ‎Kegiatan yang berlangsung di Aula Sultan Aliddin Sukma Alamsyah, Jl. Iskandar No. 63, Kelurahan Madurejo, Kec. Arut Selatan, Pangkalan Bun ini diikuti sebanyak 206 mahasiswa baru UNTAMA.

    ‎Dengan didampingi Kasat Binmas Polres Kotawaringin Barat IPTU Paulina Widyastuti, S.E., M.H. beserta anggota, para mahasiswa STIK memberikan materi tentang Bela Negara dan sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

    ‎Materi Bela Negara disampaikan oleh IPTU Imam Maliki, S.Tr.K. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa bela negara merupakan tanggung jawab seluruh Warga Negara Indonesia, termasuk mahasiswa.

    ‎”Bela negara bukan hanya soal fisik dan perang. Tapi bagaimana kesiapan kita menghadapi segala tantangan yang mengancam persatuan dan kesatuan Indonesia. Adik-adik mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai bela negara. Salah satunya dengan belajar dan berprestasi demi bangsa dan negara,” jelasnya.

    ‎Selain itu, tim juga memberikan sosialisasi larangan pembakaran hutan dan lahan. Mahasiswa baru diajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menghindari bencana Karhutla yang berdampak luas bagi kesehatan dan perekonomian.

    ‎Wakil Rektor UNTAMA Agus Suparji, S.H., M.H. beserta jajaran Dosen dan Senat Mahasiswa turut mendampingi kegiatan tersebut.

    ‎Kegiatan yang melibatkan 4 Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri dan 4 personel Polres Kobar ini selesai sekitar pukul 11.15 WIB dan ditutup dengan sesi foto bersama. Selama kegiatan berlangsung situasi aman dan kondusif.

  • Satgas Edukasi Lemdiklat Polri Bersama Kasat Binmas Sambangi Warga, Sosialisasikan Pencegahan Karhutla

    Satgas Edukasi Lemdiklat Polri Bersama Kasat Binmas Sambangi Warga, Sosialisasikan Pencegahan Karhutla

    Barito Selatan – Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui kegiatan sambang dan edukasi langsung kepada masyarakat. Tim Satgas Edukasi Lemdiklat Polri yang terdiri dari 3 personil yaitu AKP Purca Rio Willy Yoseph, S.Tr.K., MHRM., Iptu Riski Aulia, S.Tr.K., Iptu Bima Adhibrata T, S.Tr.K. bersama Kasat Binmas Polres Barito Selatab AKP Normandi, S.P., M.M. dan Bhabinkamtibmas Desa Kalahien melaksanakan kegiatan sambang sekaligus sosialisasi pencegahan Karhutla, Selasa (1/9/2026) pagi.

    Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan , Kabupaten Barito Selatan.

    Melalui kegiatan tersebut, Tim Satgas Edukasi Lemdiklat Polri bersama jajaran Polres Barito Selatan menyampaikan secara langsung kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak Karhutla, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

    Selain berdampak terhadap kerusakan lingkungan, Karhutla juga dapat menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.

    Kegiatan sambang di desa juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan memperkuat peran masyarakat dalam pencegahan Karhutla. Warga diimbau agar segera memberikan informasi kepada Bhabinkamtibmas atau pihak terkait apabila menemukan adanya titik api maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

    Kasat Binmas Polres Normandi AKP Normandi mengatakan bahwa pencegahan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh Polri dan instansi terkait saja, melainkan membutuhkan kesadaran serta peran aktif seluruh masyarakat.

    “Pencegahan Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Informasi yang cepat dari masyarakat sangat penting agar api dapat segera ditangani sebelum meluas,” ujar AKP Normandi.

    Ia menambahkan, melalui kegiatan sambang dan dialog langsung seperti ini, Polri ingin mengajak masyarakat untuk lebih memahami dampak yang dapat ditimbulkan oleh Karhutla, baik terhadap lingkungan, kesehatan maupun kehidupan masyarakat secara luas.

    “Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kepedulian. Jangan sampai karena kelalaian, api kecil berkembang menjadi kebakaran yang besar dan berdampak kepada banyak orang,” tambahnya.

    Melalui pendekatan langsung dan dialogis, Satgas Edukasi Lemdiklat Polri bersama Kasat Binmas dan Bhabinkamtibmas berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan semakin meningkat.
    Kegiatan tersebut menjadi wujud sinergi antara Polri dan masyarakat dalam melakukan pencegahan sejak dini, karena upaya mencegah Karhutla membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.(Humas)

  • Dampingi Mahasiswa STIK dan Sespima Lemdiklat Polri, Personel Polresta Palangka Raya Gelar Diskusi Karhutla di UIN

    Dampingi Mahasiswa STIK dan Sespima Lemdiklat Polri, Personel Polresta Palangka Raya Gelar Diskusi Karhutla di UIN

    Palangka Raya – Personel Polresta Palangka Raya melaksanakan pendampingan kegiatan Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri dan Sespima Lemdiklat Polri dalam audiensi bersama mahasiswa Universitas Islam Negeri Palangka Raya.

    Kegiatan tersebut diisi dengan sosialisasi dan diskusi mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 17 mahasiswa UIN Palangka Raya mengikuti audiensi sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman dan kepedulian terhadap penanggulangan karhutla.

    Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., melalui Kanitpamwaster Satpamobvit Ipda Amirullah Sandhi selaku pendamping kegiatan mengatakan, pendampingan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran audiensi dan diskusi bersama kalangan mahasiswa.

    “Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat berdiskusi dan bertukar informasi mengenai upaya pencegahan serta penanggulangan karhutla, sehingga kepedulian bersama terhadap perlindungan lingkungan dapat terus ditingkatkan,” jelasnya, Selasa (1/9/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, personel pendamping turut memastikan seluruh rangkaian audiensi berjalan dengan tertib.

    Diskusi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

    Keterlibatan kalangan akademik diharapkan dapat memperkuat penyebaran informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya serta dampak karhutla.
    (dk_reborn168)

  • Satgas Edukasi Karhutla Lemdiklat Polri Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla di Lamandau

    Satgas Edukasi Karhutla Lemdiklat Polri Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla di Lamandau

    Lamandau – Tim Satgas BKO Edukasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Lemdiklat Polri bersama Polsek Bulik dan BPBD Kabupaten Lamandau melaksanakan kegiatan sosialisasi dan koordinasi pencegahan Karhutla di Posko BPBD, Kelurahan Nanga Bulik, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Rabu (02/09/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri Kasat Reskrim Polres Lamandau, Kapolsek Bulik AKP Karno, S.H., personel Satgas BKO Edukasi Lemdiklat Polri, bersama personel BPBD Kabupaten Lamandau

    Dalam kegiatan tersebut, Tim Satgas Edukasi Karhutla Lemdiklat Polri memberikan sosialisasi mengenai larangan, sanksi pidana dan denda bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Selain memberikan edukasi, kegiatan juga menjadi sarana memperkuat koordinasi dan sinergitas antara Polri dan BPBD dalam upaya pencegahan serta penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Lamandau. Sinergi lintas sektor tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila ditemukan adanya titik api maupun potensi kebakaran lahan.

    Melalui kegiatan ini, seluruh unsur terkait berkomitmen untuk terus meningkatkan langkah-langkah pencegahan Karhutla, termasuk melalui edukasi kepada masyarakat serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Lamandau. (Hms)

  • Perkuat Peran Warga, Satgas Edukasi Polda Kalteng Sosialisasikan Pemberdayaan Masyarakat Cegah Karhutla di Desa Siong*

    Perkuat Peran Warga, Satgas Edukasi Polda Kalteng Sosialisasikan Pemberdayaan Masyarakat Cegah Karhutla di Desa Siong*

    BARITO TIMUR – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui keterlibatan aktif masyarakat. Satgas Edukasi Polda Kalimantan Tengah bersama Bhabinkamtibmas Desa Siong menggelar Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Karhutla di Balai Desa Siong RT 01/RW 01, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Rabu (2/9/2026) mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

    Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari mahasiswa S2 STIK Lemdiklat Polri, yakni Trio Hendra S., S.Tr.K., M.H., Muhammad Ilham Tawakkal, S.Tr.K., M.H., Alfan Nisfu R., S.Tr.K., M.H., dan Rangga Nurrizaldy, S.Tr.K., M.Si. Mereka memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya membangun kesadaran dan partisipasi bersama dalam mencegah terjadinya Karhutla.

    Sosialisasi diikuti berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan Desa Siong, di antaranya Ketua BPD Siong, Sekretaris Desa Siong, PPL Pertanian Kecamatan Paju Epat, Ketua RW 01 dan RW 02, para Ketua RT 01 hingga RT 06, Mantir Adat, Penghulu Adat, anggota Linmas, Karang Taruna, serta perangkat Desa Siong.

    Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, melainkan membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Warga didorong untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, melakukan langkah pencegahan sejak dini, serta segera melaporkan apabila menemukan adanya indikasi kebakaran atau aktivitas pembakaran lahan.

    Selain itu, keterlibatan perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, Linmas dan kelompok masyarakat lainnya dinilai penting untuk membangun sistem kewaspadaan bersama di tingkat desa. Dengan pemberdayaan tersebut, informasi mengenai potensi Karhutla dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti.

    Kegiatan juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara kepolisian, pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadapi potensi Karhutla, terutama melalui edukasi dan langkah-langkah preventif yang dapat dilakukan masyarakat di lingkungan masing-masing.

    Dalam kegiatan tersebut, personel Polri yang terlibat terdiri dari Iptu Budiyana, Aipda Yohanes, Aipda Baihaqiawan selaku Bhabinkamtibmas Desa Siong, serta Bripda Eko Ersano.

    Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Siong terhadap bahaya Karhutla semakin meningkat sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi aman, lancar dan kondusif.(Joe)