Blog

  • Dipimpin Ipda Yeheskiel, Tim 4 Siaga Karhutla 2026 Padamkan Api di Jalan Tjilik Riwut Km 50

    Dipimpin Ipda Yeheskiel, Tim 4 Siaga Karhutla 2026 Padamkan Api di Jalan Tjilik Riwut Km 50

    Palangka Raya – Personel Tim 4 Siaga Karhutla 2026 melaksanakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 50, Kota Palangka Raya. Kegiatan pemadaman dipimpin langsung oleh Ipda Yeheskiel, dengan mengerahkan personel dan sarana pendukung pemadaman di lokasi.

    Setibanya di lokasi, personel segera melakukan pemadaman pada titik api yang masih menyala serta menyisir area sekitar untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali membesar. Dengan menggunakan peralatan pemadam dan selang air, personel melakukan penyemprotan secara menyeluruh ke area lahan yang terbakar.

    Kondisi lahan yang kering serta adanya semak belukar dan material mudah terbakar membuat api berpotensi cepat menjalar. Oleh karena itu, personel melakukan pemadaman secara bertahap dan tetap memperhatikan arah angin serta kondisi medan di sekitar lokasi.

    Ipda Yeheskiel selaku pimpinan tim menegaskan bahwa personel akan terus melakukan penanganan hingga titik api benar-benar padam. Selain pemadaman, personel juga melakukan pendinginan pada lahan yang telah terbakar guna mencegah munculnya kembali api dari bara yang masih tersisa.

    Kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan personel dalam mendukung upaya penanggulangan Karhutla di wilayah Kalimantan Tengah. Kehadiran Tim 4 Siaga Karhutla 2026 diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

  • Bersinergi Padamkan Karhutla, Batalyon C Pelopor dan BPBD Bergerak di Bahitom

    Bersinergi Padamkan Karhutla, Batalyon C Pelopor dan BPBD Bergerak di Bahitom

    Murung Raya – Personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kalteng bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Jl. Soekarno-Hatta Km. 40, Desa Bahitom, Kabupaten Murung Raya, Minggu (30/8/2026).

    Setibanya di lokasi, personel bersama tim BPBD langsung melakukan upaya pemadaman untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area lainnya. Kondisi lahan dan cuaca menjadi perhatian personel selama proses pemadaman, sehingga penanganan dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kehati-hatian.

    Sinergi antara Satbrimob Polda Kalteng dan BPBD menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan Karhutla di wilayah Murung Raya. Personel terus berjibaku di lapangan hingga titik-titik api dapat dikendalikan.

    Dansatbrimob Polda Kalteng Kombes Pol. Dieno Hendro Widodo, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Satbrimob Polda Kalteng akan terus hadir dan bergerak bersama unsur terkait dalam menghadapi Karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.

    “Kami terus mengerahkan personel untuk membantu penanganan Karhutla bersama BPBD dan seluruh unsur terkait. Keselamatan personel tetap menjadi perhatian utama, namun kami akan berupaya semaksimal mungkin agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas. Tetap semangat dan solid dalam menjalankan tugas di lapangan,” tegasnya.

    Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang cukup kering.

    Satbrimob Polda Kalteng berkomitmen untuk terus mendukung upaya penanganan Karhutla secara terpadu, dengan harapan kebakaran dapat segera berlalu, udara kembali bersih, dan langit Kalimantan Tengah kembali biru.

  • MAHASISWA STIK LEMDIKLAT POLRI DALAM SATGAS EDUKASI KARHUTLA BANTU POLRES KOBAR PADAMKAN API DI MENDAWAI SEBERANG

    MAHASISWA STIK LEMDIKLAT POLRI DALAM SATGAS EDUKASI KARHUTLA BANTU POLRES KOBAR PADAMKAN API DI MENDAWAI SEBERANG

    Tim Satgas Edukasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri turut membantu Polres Kotawaringin Barat memadamkan api di wilayah Mendawai Seberang

    Aksi pemadaman ini dilakukan setelah sebelumnya tim menerima arahan langsung dari Kapolres Kobar AKBP Joko Handono, S.I.K., M.H., M.M. untuk tidak hanya melakukan edukasi, namun juga turun langsung ke lapangan saat terjadi kebakaran.

    Dengan menggunakan peralatan seadanya dan berkoordinasi bersama personel Polres Kobar, TNI, BPBD, MPA dan masyarakat, tim bahu membahu melakukan pemadaman di titik-titik api yang muncul di kawasan lahan gambut Mendawai Seberang.

    Kapolres Kobar melalui Kabag Ops menyampaikan apresiasi atas semangat dan dedikasi para mahasiswa. “Kami berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa STIK. Selain memberikan edukasi, mereka juga menunjukkan pengabdian nyata dengan ikut turun padamkan api bersama kami. Ini bentuk sinergitas Polri dengan generasi muda,” ujarnya.

    Selain pemadaman, tim Satgas Edukasi juga memberikan sosialisasi kepada warga sekitar tentang bahaya Karhutla dan dampak pembakaran lahan terhadap kesehatan serta lingkungan.

    Hingga pukul 16.30 WIB api berhasil dipadamkan. Situasi di lokasi saat ini sudah aman dan dalam tahap pendinginan.

    Polres Kobar mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika melihat titik api.

  • Edukasi Karhutla, Polisi dan Mahasiswa STIK Polri Sambangi Warga Kasongan

    Edukasi Karhutla, Polisi dan Mahasiswa STIK Polri Sambangi Warga Kasongan

    Katingan – Polres Katingan bersama mahasiswa STIK Lemdiklat Polri melaksanakan edukasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kepada masyarakat di Gg. Suriyadi, Jalan DI. Panjaitan, Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Sabtu (29/8/2026) sore. Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya Karhutla.

    Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa bersama personel Polres Katingan dan Polsek Katingan Hilir memberikan pemahaman mengenai pengertian dan penyebab Karhutla serta dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan, sosial, dan perekonomian masyarakat. Warga juga diingatkan mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar serta pentingnya menjaga lingkungan dari berbagai sumber yang berpotensi memicu kebakaran.

    Selain itu, masyarakat diberikan edukasi mengenai langkah-langkah pencegahan Karhutla serta peran aktif warga dalam mendeteksi dan melaporkan keberadaan titik api maupun kejadian kebakaran melalui layanan Kepolisian 110. Koordinasi antara masyarakat, aparat kepolisian, pemerintah desa atau kelurahan, serta instansi terkait juga ditekankan sebagai bagian penting dalam upaya penanganan Karhutla.

    Polres Katingan berharap edukasi tersebut dapat meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya di tengah potensi Karhutla. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. (hum)

  • Ikhtiar dan Doa Bersama, Mahasiswa STIK Edukasi Warga Kab. Kapuas Cegah Karhutla

    Ikhtiar dan Doa Bersama, Mahasiswa STIK Edukasi Warga Kab. Kapuas Cegah Karhutla

    Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah. Tidak hanya melalui patroli dan penanganan di lapangan, langkah pencegahan juga diperkuat dengan memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat.

    Hal tersebut terlihat di sela-sela kegiatan Sholat Istisqa dan Doa Bersama masyarakat Kabupaten Kapuas, Minggu (30/8/2026). Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri yang tengah melaksanakan kegiatan di wilayah hukum Polres Kapuas turut mengambil kesempatan untuk menyampaikan sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan Karhutla.

    Dengan pendekatan yang humanis dan komunikatif, para mahasiswa STIK mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan.

    Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

    Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA. mengatakan, kegiatan sosialisasi yang dilakukan mahasiswa STIK merupakan bentuk nyata kolaborasi dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

    “Pencegahan Karhutla tidak cukup hanya dengan melakukan pemadaman ketika api sudah muncul. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah agar api tidak sampai terjadi. Edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam upaya tersebut,” ujar Kapolres Kapuas.

    Menurutnya, momentum Sholat Istisqa dan Doa Bersama juga memiliki makna yang mendalam. Selain memohon turunnya hujan, kegiatan tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak untuk semakin peduli terhadap alam dan menjaga lingkungan dari berbagai ancaman kerusakan.

    “Melalui doa bersama ini, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan hujan dan kondisi yang lebih baik. Namun, ikhtiar juga harus terus dilakukan. Mari kita jaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan segera melaporkan apabila menemukan titik api,” tambahnya.

    Kapolres berharap edukasi yang diberikan dapat diteruskan kepada keluarga, lingkungan sekitar, hingga komunitas masyarakat lainnya sehingga terbentuk kesadaran bersama untuk mencegah Karhutla.

    “Mari kita jadikan pencegahan Karhutla sebagai gerakan bersama. Karena menjaga hutan dan lahan berarti menjaga kehidupan, kesehatan, serta masa depan generasi mendatang,” tegasnya.

    Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif dalam menjaga keamanan, kelestarian lingkungan, serta menciptakan wilayah Kabupaten Kapuas yang aman dari ancaman Karhutla.

  • Tim Satgas Edukasi Pencegahan Karhutla terima arahan teknis dari kasatreskrim

    Tim Satgas Edukasi Pencegahan Karhutla terima arahan teknis dari kasatreskrim

    Puruk Cahu – Kapolres Murung Raya (Mura) AKBP Agung Gima Sunarya, S.I.K. melalui Kasat Reskrim Polres Mura AKP Vani Badra Sadewa, S.I.K. memberikan arahan kepada Tim Satgas Edukasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) BKO Lemdiklat Polri di Kabupaten Murung Raya, Sabtu (29/8/2026) siang.
    Satgas Edukasi yang ditugaskan ke wilayah Kabupaten Murung Raya tersebut berjumlah 3 orang, SIP Lemdiklat Polri, Kehadiran mereka merupakan bagian dari langkah Polri dalam memperkuat upaya pencegahan Karhutla melalui penyuluhan dan edukasi secara langsung kepada masyarakat.
    Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Mura AKBP Gima menyampaikan apresiasi atas kehadiran Satgas Edukasi di Kabupaten Murung Raya. Menurutnya, kehadiran para siswa SIP tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.
    “Satgas Edukasi diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Murung Raya, baik melalui tenaga maupun pemikiran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Kapolres.
    Kapolres juga menekankan pentingnya mengedepankan langkah preventif dan edukatif dalam menghadapi ancaman Karhutla, terutama dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya dan dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.
    Para personel Satgas Edukasi nantinya akan bersinergi dengan jajaran Polres Mura dan personel kewilayahan dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi rawan Karhutla.
    Materi edukasi akan diarahkan pada peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan Karhutla, bahaya pembakaran lahan, dampak terhadap lingkungan dan kesehatan, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melakukan deteksi dini terhadap potensi kebakaran.
    Kehadiran Satgas Edukasi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Polri, masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan dalam mencegah Karhutla sejak dini.
    Polres Mura berkomitmen terus memperkuat upaya pencegahan Karhutla melalui sinergi, edukasi dan keterlibatan aktif masyarakat demi menjaga lingkungan serta mewujudkan Kabupaten Murung Raya yang aman dan bebas dari dampak Karhutla. (hms)

  • CEGAH KARHUTLA SEJAK DINI, SATGAS EDUKASI LEMDIKLAT POLRI AJAK WARGA WASPADA DAMPAK EL NINO

    CEGAH KARHUTLA SEJAK DINI, SATGAS EDUKASI LEMDIKLAT POLRI AJAK WARGA WASPADA DAMPAK EL NINO

    Polres Seruyan, 30 Agustus 2026 – Upaya mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Tim Satgas Edukasi Lemdiklat Polri didampingi Bhabinkamtibmas Desa Sungai Undang, Brigpol Yoga, menggelar sosialisasi tentang dampak El Nino dan langkah pencegahan Karhutla, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

    Sosialisasi dikemas dalam dialog interaktif, sehingga masyarakat dapat berdiskusi langsung dengan petugas mengenai kondisi lingkungan dan potensi ancaman kebakaran yang mereka temui. Warga diberikan pemahaman mengenai kondisi cuaca kering yang dapat meningkatkan kerawanan munculnya titik api.

    Tim Satgas Edukasi Lemdiklat Polri mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api, terutama di area dengan vegetasi yang mulai mengering.

    IPTU Dira menekankan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dini. Menurutnya, informasi dari warga menjadi bagian penting dalam mempercepat langkah penanganan apabila ditemukan titik api.

    “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika melihat asap atau titik api, segera laporkan agar dapat ditindaklanjuti sebelum api meluas,” ujar IPTU Dira.

    Dialog interaktif tersebut juga menjadi ruang untuk menggali informasi dari masyarakat mengenai kondisi lahan dan potensi kerawanan Karhutla di wilayah sekitar, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pencegahan kebakaran harus dilakukan bersama.

    Humas Polres Seruyan

  • Satgas Karhutla Lemdiklat Polri Edukasi Saka Bhayangkara Polres Lamandau tentang Pencegahan Karhutla

    Satgas Karhutla Lemdiklat Polri Edukasi Saka Bhayangkara Polres Lamandau tentang Pencegahan Karhutla

    Lamandau – Satgas Karhutla Lemdiklat Polri memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kepada peserta Saka Bhayangkara Polres Lamandau dalam rangkaian Pendidikan Dasar (Diksar) Saka Bhayangkara Angkatan ke-19, Minggu pagi (30/08/2026).

    Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla, faktor penyebab terjadinya kebakaran, serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan kehidupan sosial ekonomi.

    Satgas Karhutla Lemdiklat Polri juga mengajak para peserta untuk turut berperan dalam upaya pencegahan Karhutla dengan menjadi pelopor di lingkungan masing-masing. Peserta diingatkan agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

    Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran peserta Saka Bhayangkara mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun kepedulian generasi muda terhadap pencegahan Karhutla.

    Melalui kegiatan ini, Saka Bhayangkara Polres Lamandau diharapkan mampu menjadi mitra Polri dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat serta turut berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

    Kegiatan edukasi berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. (Hms)

  • Mahasiswa STIK Edukasi Warga Harara tentang Bahaya Karhutla, Disambut Baik Masyarakat

    Mahasiswa STIK Edukasi Warga Harara tentang Bahaya Karhutla, Disambut Baik Masyarakat

    BARITO TIMUR – Kepedulian terhadap keselamatan masyarakat ditunjukkan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) dengan memberikan edukasi mengenai bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kepada warga Desa Harara, Kabupaten Barito Timur, Minggu (30/8/2026).

    Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Harara tersebut mendapat sambutan baik dari masyarakat. Edukasi diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran warga mengenai berbagai risiko pembukaan lahan dengan cara dibakar.

    Dalam penyampaian materi, mahasiswa STIK menjelaskan dampak pembakaran hutan dan lahan terhadap manusia, hewan serta lingkungan sekitar. Warga juga diberikan pemahaman mengenai potensi meluasnya api apabila pembakaran lahan tidak terkendali, terutama pada kondisi cuaca kering.

    Kegiatan edukasi tersebut didampingi oleh KBO Satbinmas Polres Barito Timur, Ipda Budiyana, dan Bhabinkamtibmas sebagai bagian dari upaya memperkuat penyampaian pesan Kamtibmas dan pencegahan Karhutla kepada masyarakat.

    Mahasiswa STIK yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Andry Fauzan Haryano, S.Tr.K., Muhammad Ilham Tawakkal, S.Tr.K., M.H., Alfan Nisfiur, S.Tr.K., M.H., dan Rifqy Pratama Nugraha, S.Tr.K., M.Sc.

    Tidak hanya menyampaikan materi, mahasiswa STIK juga menunjukkan kepedulian terhadap kondisi masyarakat dengan membagikan masker kepada warga di sela-sela kegiatan. Pembagian masker tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian kepada warga yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap Karhutla.

    Interaksi langsung antara mahasiswa STIK dan masyarakat berlangsung secara terbuka. Warga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan memahami langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di lingkungan sekitar.

    Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa STIK bersama jajaran Polres Barito Timur mengajak masyarakat Desa Harara untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga didorong untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya titik api atau potensi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.

    Kegiatan edukasi berlangsung aman, tertib dan kondusif. Kehadiran mahasiswa STIK di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama dalam mencegah Karhutla serta meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan dan kelestarian lingkungan.
    (Joe)

  • Polres Barito Utara Dampingi Serdik Sespimma Gelar Edukasi dan Pendampingan Psikologis Terdampak Karhutla

    Polres Barito Utara Dampingi Serdik Sespimma Gelar Edukasi dan Pendampingan Psikologis Terdampak Karhutla

    MUARA TEWEH – Polres Barito Utara mendampingi Satgas Edukasi Karhutla Serdik Sespimma Polri Angkatan ke-76 memberikan sosialisasi, bantuan kesehatan, dan pendampingan psikologis kepada warga terdampak karhutla di Stadion Swakarya dan Pasar Bebas Banjir Muara Teweh.

    Kegiatan ini meliputi pembagian masker, edukasi regulasi hukum pencegahan karhutla, serta pelatihan teknik Tapping Psikologi untuk meredakan stres dan kecemasan masyarakat akibat paparan asap.

    Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febiyanto, S.H., S.I.K., melalui Kasubsipenmas Sihumas Polres Barito Utara, Iptu Novendra W.P menyampaikan bahwa aksi ini merupakan komitmen kepolisian dalam melindungi fisik dan mental warga.

    “Polres Barito Utara fokus menjaga kesehatan dan psikologis warga, sekaligus mendorong kesadaran bersama agar kearifan lokal tidak disalahgunakan untuk membakar lahan secara liar,” ujar Iptu Novendra W.P.

    Melalui sinergi bersama Tim Serdik Sespimma (Johannes Erwin P. Sihombing, Pangat Supriyadi, dan Felinsa Oktora Tanau), Polres Barito Utara mengajak masyarakat aktif melaporkan pembakaran lahan ilegal demi menjaga kelestarian lingkungan.