Blog

  • CIPTAKAN RASA AMAN, POLSEK MARIKIT GELAR PATROLI KAMTIBMAS

    KATINGAN – Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif, personel Polsek Marikit Polres Katingan melaksanakan kegiatan patroli Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Marikit, Rabu (16/09/2026).

    Kegiatan patroli dilaksanakan sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

    Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Marikit IPTU Budi Hartono, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan patroli akan terus ditingkatkan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.

    Dalam pelaksanaannya, personel menyambangi sejumlah lokasi yang dianggap rawan, sekaligus melakukan dialog dengan warga serta menyampaikan imbauan agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan Kamtibmas.

    Dengan kegiatan tersebut diharapkan tercipta situasi Kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif di wilayah Kecamatan Marikit.

  • Deteksi Dini Bencana, Polsek Marikit Monitoring Debit Air DAS Katingan Di Desa Tumbang Hiran

    KATINGAN – Kapolres Katingan AKBP DODIK HARTONO, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Marikit IPTU BUDI HARTONO, S.H. memerintahkan personel untuk melaksanakan Monitoring Debit Air DAS Katingan, Rabu 16 September 2026 pukul 09.30 WIB di Desa Tumbang Hiran, Kecamatan Marikit, Kabupaten Katingan.

    Kegiatan diikuti 3 Personel Polsek Marikit dengan sasaran warga yang bermukim di bantaran sungai. Monitoring ini sebagai langkah deteksi dini potensi banjir dan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam menghadapi bencana.

    Hasil pemantauan menunjukkan tinggi debit air DAS Katingan terpantau ±3 meter dari permukaan ke dasar sungai. Debit air dalam kondisi stabil dan tidak mengalami perubahan dibanding hari sebelumnya seiring musim kemarau.

    Dampak yang dilaporkan: 
    1.  Banjir : Nihil 
    2.  Korban jiwa : Nihil 
    3.  Kerugian materiel : Nihil 
    4.  Rumah terendam : Nihil 
    5.  Posko bencana : Nihil 
    6.  ±4 unit feri beroperasi normal, akses transportasi darat aman dan lancar 
    7.  Situasi kamtibmas aman kondusif, cuaca cerah

    Kapolres Katingan AKBP DODIK HARTONO, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Marikit IPTU BUDI HARTONO, S.H. menginstruksikan personel agar terus melakukan pemantauan berkala dan meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Desa serta instansi terkait guna mengantisipasi perubahan debit air.

  • Tolak Bencana Asap, Polsek Marikit Sosialisasikan Larangan Karhutla Di Desa Tumbang Hiran

    KATINGAN – Kapolres Katingan AKBP DODIK HARTONO, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Marikit IPTU BUDI HARTONO, S.H. memerintahkan Bhabinkamtibmas melaksanakan Sosialisasi Larangan Pembakaran Hutan dan Lahan / Karhutla, Rabu 16 September 2026 pukul 10.00 WIB di Desa Tumbang Hiran, Kecamatan Marikit, Kabupaten Katingan.

    Kegiatan dilaksanakan oleh Personel Polsek Marikit_BRIPKA EKO_ sebagai upaya preventif Polri dalam mencegah bencana asap dan penegakan hukum di wilayah.

    Dalam kegiatan tersebut disampaikan materi dampak Karhutla terhadap lingkungan, kesehatan, penerbangan, serta kerugian negara. Personel juga mensosialisasikan sanksi hukum bagi pelaku sesuai UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

    Kapolres Katingan AKBP DODIK HARTONO, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Marikit IPTU BUDI HARTONO, S.H. mengarahkan Bhabinkamtibmas agar aktif melakukan sambang dan edukasi kepada warga.

    “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menolak Karhutla. Segera laporkan ke Polsek apabila mengetahui ada pembukaan lahan dengan cara dibakar atau menemukan titik api,” tegas Kapolsek.

    Selain sosialisasi, personel juga berkoordinasi dengan perangkat desa untuk pemetaan wilayah rawan dan pembentukan relawan peduli api tingkat desa, serta melaksanakan pemantauan wilayah.

    Hasil yang dicapai, kegiatan berjalan tertib dan mendapat respon positif dari masyarakat. Warga menyatakan siap mendukung Polri mencegah Karhutla dan telah memahami dampak serta sanksi pidananya. Selama kegiatan tidak ditemukan titik api / hotspot. Situasi wilayah hukum Polsek Marikit aman, tertib dan kondusif.

  • Selamatkan DAS Katingan, Polsek Marikit Sosialisasikan Larangan PETI Di Desa Tumbang Hiran

    KATINGAN – Kapolres Katingan AKBP DODIK HARTONO, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Marikit IPTU BUDI HARTONO, S.H. memerintahkan Bhabinkamtibmas melaksanakan Sosialisasi Larangan Pertambangan Tanpa Izin / Ilegal Mining PETI, Rabu 16 September 2026 pukul 10.30 WIB di Desa Tumbang Hiran, Kecamatan Marikit, Kabupaten Katingan.

    Kegiatan dilaksanakan oleh Personel Polsek Marikit BRIPKA EKO sebagai langkah pencegahan kerusakan lingkungan dan penegakan hukum.

    Dalam sosialisasi disampaikan materi dampak PETI terhadap kelestarian DAS Sungai Katingan, lingkungan, kesehatan masyarakat, serta kerugian negara. Personel juga menjelaskan sanksi hukum bagi pelaku sesuai UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

    Kapolres Katingan AKBP DODIK HARTONO, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Marikit IPTU BUDI HARTONO, S.H. menginstruksikan Bhabinkamtibmas agar intensif melakukan sambang dan edukasi kepada warga.

    “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menolak dan memberantas PETI. Segera laporkan ke Polsek apabila menemukan aktivitas, alat berat, atau orang yang diduga melakukan pertambangan ilegal,” tegas Kapolsek.

    Selain itu dilaksanakan koordinasi dengan perangkat desa untuk pendataan titik rawan dan pengawasan bersama. Personel juga melakukan pemantauan wilayah guna memastikan situasi aman dan kondusif.

    Hasil yang dicapai, kegiatan berjalan tertib dan mendapat dukungan dari masyarakat. Warga menyatakan siap mendukung Polri mencegah PETI serta telah memahami dampak dan sanksi pidananya. Selama monitoring tidak ditemukan aktivitas PETI. Situasi wilayah hukum Polsek Marikit aman, tertib dan kondusif.

  • DUKUNG KETAHAN PANGAN, POLSEK MARIKIT CEK LAHAN P2B MILIK WARGA DESA TUMBANG HIRAN

    KATINGAN – Kapolres Katingan AKBP DODIK HARTONO, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Marikit IPTU BUDI HARTONO, S.H. memerintahkan personel untuk melaksanakan kegiatan Pengecekan Perkarangan Warga sebagai Dukungan Program Ketahanan Pangan Nasional, Rabu 16 September 2026 pukul 11.00 WIB di Desa Tumbang Hiran, Kecamatan Marikit, Kabupaten Katingan.

    Kegiatan dilaksanakan oleh 2 Personel Polsek Marikit dengan sasaran kelompok tani dan masyarakat pengelola Pekarangan Pangan Bergizi P2B. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Perintah Kapolsek Marikit Nomor: Sprin/57/IX/HUK.7.1.2/2026.

    Dalam kegiatan tersebut personel melaksanakan sambang dan pendampingan kepada kelompok tani serta monitoring perkembangan tanaman jagung, padi, dan P2B. Personel juga berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan PPL dan perangkat desa guna mendukung keberhasilan program.

    Kapolres Katingan AKBP DODIK HARTONO, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Marikit IPTU BUDI HARTONO, S.H. menyampaikan bahwa Polri hadir untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

    “Hasil pengecekan menunjukkan lahan P2B seluas ±5×6 meter dengan kondisi tanaman tumbuh baik dan terawat. Kami berikan pendampingan kepada masyarakat dalam pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya cabai, terong, dan berbagai jenis sayuran,” ujar Kapolsek.

    Selain itu personel juga memberikan imbauan kepada kelompok tani agar mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif maupun lahan tidur serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan Karhutla.

    Hasil kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar. Situasi kamtibmas selama pelaksanaan kegiatan terpantau aman dan kondusif.

  • Regu Bravo Polres Katingan Padamkan Karhutla di Jl. Merbabu

    Regu Bravo Polres Katingan Padamkan Karhutla di Jl. Merbabu

    Katingan – Regu Bravo Polres Katingan bersama personel pemadam kebakaran (Damkar) melaksanakan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jl. Merbabu 1, Kabupaten Katingan, Rabu (16/9/2026) mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah cepat untuk mengendalikan titik api dan mencegah kebakaran meluas.

    Dalam pelaksanaannya, personel gabungan melakukan pemadaman dengan penyiraman terhadap area yang terbakar. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan dan penyisiran di sekitar lokasi guna memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

    Hasil kegiatan menunjukkan kondisi lokasi setelah dilakukan pemadaman, pendinginan dan penyisiran berada dalam keadaan aman serta terkendali. Personel juga tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

    Upaya tersebut merupakan bagian dari respons Polres Katingan bersama unsur terkait dalam penanganan karhutla, sekaligus bentuk kehadiran Polri bersama masyarakat dan instansi terkait dalam menjaga lingkungan serta mencegah meluasnya kebakaran.

  • Kapolres Katingan Turun Langsung Tangani Karhutla di Km 17 Hampalit

    Kapolres Katingan Turun Langsung Tangani Karhutla di Km 17 Hampalit

    KATINGAN – Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Tjilik Riwut Km 17, Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Selasa (15/9/2026). Kehadiran Kapolres merupakan bentuk pengawasan langsung sekaligus memastikan penanganan titik api berjalan cepat dan optimal.

    Di lokasi, Kapolres memantau kondisi kebakaran serta proses penanganan yang dilakukan personel Polres Katingan bersama BPBD, Tni, Damkar dan Relawan. Tim di lapangan melakukan pemadaman dan pengendalian api untuk mencegah kobaran meluas ke area lainnya.

    AKBP Dodik Hartono juga memastikan personel tetap mengutamakan keselamatan selama melaksanakan pemadaman serta melakukan pendinginan dan penyisiran di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

    Polres Katingan terus memperkuat respons cepat dan koordinasi dengan instansi terkait dalam menghadapi karhutla. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani. (hum)

  • Polda Kalteng Gunakan X-Fire Aslog Mabes Polri untuk Padamkan Bara Karhutla di Lahan Gambut

    Polda Kalteng Gunakan X-Fire Aslog Mabes Polri untuk Padamkan Bara Karhutla di Lahan Gambut

    PALANGKA RAYA – Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, pihaknya menggunakan cairan pemadam api X-Fire yang merupakan inovasi dari Asisten Logistik Mabes Polri, untuk melakukan pembasahan di lahan gambut yang masih terdapat bara api.

    “Hari ini kita lakukan di Jalan Manduhara ujung, Kota Palangka Raya dan hasilnya benar-benar efektif. Api yang ada di lahan gambut benar-benar padam,” katanya, usai melakukan penyemprotan cairan X-Fire, di Jalan Manduhara, Rabu (16/9/2026) sore.

    Dia mengungkapkan, kebakaran di lahan gambut memerlukan penanganan ekstra, sebab meskipun api di permukaan tanah telah padam, namun api di dalam lahan gambut masih menyala sehingga menimbulkan kabut asap yang tebal.

    Menurut Iwan, penggunaan X-Fire dalam pembasahan tersebut menunjukkan hasil efektif karena api dapat segera padam setelah cairan disiramkan atau diinjeksi ke area gambut, sekaligus mengurangi asap yang keluar dari bawah permukaan.

    “Jadi mudah-mudahan dengan mekanisme ini bukan hanya sekadar kita memadamkan api, tetapi kita juga bisa tuntas untuk memadamkan bara api yang ada di bawah lahan gambut ini sehingga tidak menimbulkan asap yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat,” ujarnya.

    Iwan mengatakan Asisten Logistik Mabes Polri Irjen Pol Suwondo Nainggolan turut memantau pelaksanaan pembasahan karhutla di Kalteng sekaligus menyiapkan penerapan teknologi X-Fire secara mandiri di daerah.

    Polda Kalteng telah menyiapkan tempat untuk produksi cairan tersebut dan personel akan mendapatkan pembelajaran agar dapat memproduksi X-Fire sendiri, sehingga kebutuhan cairan pemadam tidak sepenuhnya bergantung pada distribusi dari Mabes Polri.

    “Jadi kedepan pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah dapat lebih efektif dan efisien,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ahli Slog Polri, Prof Saputra yang didampingi Dr. Sigit dan Bapak Anton mengatakan X-Fire sebelumnya telah digunakan dalam penanganan karhutla di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau sebelum diterapkan di Kalimantan Tengah.

    “Dari apa yang sudah kita lakukan pada tiga provinsi sebelumnya, hasilnya sangat efektif dan mampu memadamkan secara tuntas api-api yang terbakar beserta asap yang timbul. Mudah-mudahan untuk Kalimantan Tengah sendiri kita bisa melakukan hal yang sama,” katanya.

    Saputra menjelaskan X-Fire terdiri dari dua bahan utama, yakni surfaktan dan tapioka yang telah dipolimerisasi. Surfaktan berfungsi membawa air masuk ke pori-pori gambut sehingga proses pendinginan dapat berlangsung di bagian dalam gambut.

    Menurut dia, air tetap menjadi unsur utama dalam proses pemadaman, sedangkan surfaktan membantu membuat air tidak hanya berada di permukaan tetapi dapat masuk lebih jauh ke dalam gambut.

    “Setelah air masuk ke dalam pori-pori gambut, tapioka yang telah dipolimerisasi berfungsi menjaga suhu di dalam gambut yang telah terisi air tetap stabil pada kondisi rendah,” jelasnya.

    Pada tahap berikutnya, bahan tersebut juga membantu menutup permukaan gambut sehingga oksigen dari atas sulit masuk ke dalam dan memicu kembali pembakaran.

    Saputra mengatakan X-Fire memiliki dua tipe, yakni X-Fire 01 dan 02 yang penggunaannya disesuaikan dengan tahapan penanganan api. Untuk pemadaman api di permukaan, satu galon X-Fire dapat dicampurkan dengan 1.000 liter air dan bahkan hingga 3.000 liter air.

    Setelah api permukaan berhasil dipadamkan, tim berikutnya melakukan penyisiran untuk mencari sisa titik api yang biasanya ditandai dengan munculnya asap.

    “Pada tahap inilah konsentrasi X-Fire ditingkatkan. Atau yang kita sebut X-Fire tipe 02,” ungkapnya.

    Saputra menyebut 1.000 liter air dapat menjangkau area minimal sekitar 1.000 meter. Sementara kedalaman gambut yang pernah ditangani tim berbeda di setiap wilayah, dengan kedalaman di Riau mencapai sekitar delapan meter dan di Sumatera Selatan sekitar empat meter.

    Kondisi tersebut menunjukkan penanganan api di lahan gambut membutuhkan proses lanjutan karena bara dapat berada cukup jauh di bawah permukaan dan tetap berpotensi menimbulkan asap setelah api di atasnya padam.

    “Jadi tahapannya adalah pertama kita matikan dulu api, kemudian ada tim yang bergerak mencari sisa-sisa titik api. Biasanya setelah itu mati, esok harinya kita minta ada tim yang menyisir sisa-sisa dari api yang mungkin tinggal sedikit, tapi itu tetap harus kita matikan,” ujar Saputra.

    Proses tersebut, kata dia, umumnya berlangsung sekitar 24 jam sehingga lokasi yang telah dipadamkan tidak langsung ditinggalkan. Penyisiran lanjutan diperlukan untuk memastikan sisa bara tidak kembali menyala dan menghasilkan asap.

    “Jadi proses ini biasanya berlangsung sekitar 24 jam. Dalam arti kita tidak hanya setelah mematikan ini kita tinggalkan, itu relatif nanti akan menyala kembali, biasanya,” kata Saputra.

  • Dedikasi Tanpa Batas, Gerak Cepat Evakuasi Personel Polda Kalteng ke Rumah Sakit Akibat Kabut Asap Saat Padamkan Karhutla

    Dedikasi Tanpa Batas, Gerak Cepat Evakuasi Personel Polda Kalteng ke Rumah Sakit Akibat Kabut Asap Saat Padamkan Karhutla

    Sampit – Dedikasi dan pengorbanan personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam penanganan Karhutla patut diacungi jempol.

    Seorang personel yaitu Aipda Yadi Supiandi yang ditugaskan dalam pemadaman BKO Polres Kotim mengalami sesak napas akibat pekatnya asap saat berjibaku memadamkan api di lapangan dan langsung dievakuasi ke IGD RSUD dr. Murjani Sampit, pada Selasa (15/9) kemarin.

    Dalam momen tersebut terlihat, personel yang masih mengenakan sepatu boot penuh lumpur gambut dengan sigap membantu memasangkan oksigen kepada rekannya yang terbaring lemas di atas brankar.

    Aksi saling peduli antar personel ini menjadi bukti soliditas dan jiwa korsa personel Polda Kalteng saat bertugas di lapangan.

    Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Budi Rachmat mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, personel tersebut kelelahan dan mengalami gangguan pernapasan setelah berjam-jam berjibaku memadamkan karhutla.

    “Personel kita mengalami sesak napas karena terpapar asap tebal saat pemadaman. Namun tidak menyurutkan semangat personel dalam mengemban tugas negara dan demi kemanusiaan,” ujar Kombes Budi, Rabu (16/9/2026).

    Saat ini personel tersebut telah mendapatkan perawatan intensif dari tim medis dan kondisinya berangsur membaik.

    “Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir dengan pengorbanan jiwa dan raga demi melindungi masyarakat dan kelestarian lingkungan dari bahaya Karhutla,” demikian Kabidhumas. (adji/supri)

  • Ziarah Rombongan dan Tabur Bunga di TMP Sanaman Lampang Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

    Ziarah Rombongan dan Tabur Bunga di TMP Sanaman Lampang Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

    Palangka raya – Dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Ditlantas Polda Kalteng menggelar ziarah rombongan dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sanaman Lampang, Palangka Raya, Rabu (16/9/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung Dirlantas Polda Kalteng Kombes Pol Yusep Dwi Prastiya, S.H., S.I.K., M.H. sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa.

    Ziarah ini tidak hanya menjadi tradisi seremonial, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai perjuangan, disiplin, dan tanggung jawab kepada jajaran polisi lalu lintas.

    “Semangat juang para pahlawan, bagi personel yang berdinas di fungsi lalu lintas, harus menjadi teladan. Nilai keikhlasan, disiplin, dan tanggung jawab itu harus tercermin dalam setiap pelayanan kepada masyarakat,” ujar Dirlantas.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara penghormatan, mengheningkan cipta, lalu prosesi tabur bunga di pusara para pahlawan. Suasana khidmat menyelimuti jalannya acara yang diikuti pejabat utama serta personel Ditlantas Polda Kalteng.

    Dalam kesempatan ini, Kombes Pol Yusep menyampaikan agar kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita yang masih hidup guna pengabdian yang lebih baik lagi bagi seluruh personel lalu lintas untuk terus mengedepankan keselamatan masyarakat.

    “Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di seluruh wilayah Indonesia khususnya Bumi Tambun Bungai yang kita cintai ini,” tegasnya.